Assalaamualaikum Wr, Wb. Selamat datang di Rumah Kami Hafiza.Blogspot, Ambil Yang Bermanfaat dan Berlakulah Kalian Selayaknya Tamu Di Rumah Kami Hafiza.Blogspot. Wassalaamualaikum Wr, Wb.

Minggu, 13 Juni 2010

the prophet Muhammad story to Mu'adz (about angels - part: one)


بِسْــــــــــــــــــــــمِ اﷲِارَّحْمَنِ ارَّحِيمِ

Cerita Rasulullah SAW kepada Mu’adz (tentang Malaikat)bagian pertama

Kata Ibnu Mubarak, Khalid bin Ma’dan berkata kepada Mu’adz: “Mohon diceritakan satu hadits yang terdengar olehmu dari Rasulullah SAW yang kamu hafal dan kamu ingat setiap hari karena sangat kerasnya haditz itu dan sangat halus dan sangat mendalamnya hadits tersebut. Hadits manakah menurut tuan yang paling penting?”. Maka jawabnya: “Baiklah akan kau ceritakan.” Kemudian beliau menangis dahulu. Lama sekali menangisnya itu, selanjutnya beliau berkata: “Ehm, sungguh kangen sekali kepada Rasulullah, ingin segera bersua dengan beliau.”

Kemudian dia berkata lagi: “Ketika menghadap kepada Rasulullah SAW beliau menunggang kuda dan beliau menyuruhku untuk naik dibelakang beliau; kemudian berangkatlah aku bersama beliau dengan mengendarai unta tersebut dan beliau menengadah ke langit, kemudian bersabda:

“Puji syukur ke hadirat Allah SWT yang berkehendak kepada makhlukNya menurut kehendakNya, wahai Mu’adz!” Jawabku: “Ya Sayyidal Mursalin.” Sabda beliau: “Sekarang aku akan menceritakan satu cerita kepadamu yang apabila dihafalkan olehmu, akan berguna bagimu, tapi kalau disepelekan olehmu, maka kamu tidak akan mempunyai hujjah kelak di hadapan Allah.

“Hai Mua’dz! Allah itu menciptakantujuh Malaikat sebelum Dia menciptakan tujuh langit dan bumi. Tiap langit ada satu Malaikat yang menjaga pintu. Dan tiap-tiap pintu langit itu dijaga oleh Malaikat penjaga pintu menurut kadarnya pintu dan keagungannya.

“Maka Malaikat yang memelihara amal si hamba dan mencatatnya naik ke langit dengan membawa amal si hamba tersebut yang bersinar-sinar cahayanya bagaikan cahaya matahari. Setelah sampai ke langit pertama, Malaikat Hafadzoh menganggap amal si hamba itu banyak dan memuji kepada amal-amal tersebut. Akan tetapi setelah sampai kepada pintu langit pertama, berkatalah Malaikat penjaga pintu langit pertama kepada Malaikat Hafadzoh: “Tamparkanlah amal ini ke muka (wajah) pemiliknya! Saya ini penjaga tukang mengumpat dan saya di perintah untuk tidak menerima tukang mengumpat orang lain itu untuk masuk dan jangan sampai melewatiku untuk mencapai langit berikutnya.”

to be continued..

baca selanjutnya? silahkan klik
Cerita Rasulullah SAW kepada Mu’adz (tentang Malaikat)bagian kedua